Minggu, 04 Mei 2014

Sembilan Mei Setahun Lalu

Ketika kau berbisik
suara angin yang mengalir
ketika ku mendengar
tak ada kata yang terlewat
Saat itu bagaikan suatu ke sakralan
Subuah pernyataan, permintaan

Kaus ungu lengan pendek itu
begitu membekas
menyemburatkan rona merah
dipipi ku




Begitu cepatnya hari berlalu
kita tlah sampai kembali pada setahun yang lalu
ketika nostalgia itu
kembali mengurai memori

begitukah menyakitkannya
ditingginggalkan?
bukan.. kau bukan pergi
kau hanya bersembunyi
tak berkata, tak bersuara
tapi bayang mu, tepat dimanik mata

merah senja yang kita lalui tahun lalu
mengapa menjadi malam tahun ini
akankah tahun depan pagi akan datang?

haruskah saat malam ini aku berdoa
meminta waktu cepat bergulir
atau aku harus tertidur
sehingga saat terjaga, matahari telah ku sapa
Posted on by Qatrin Anistina | No comments

0 komentar:

Posting Komentar