suara angin yang mengalir
ketika ku mendengar
tak ada kata yang terlewat
Saat itu bagaikan suatu ke sakralan
Subuah pernyataan, permintaan
Kaus ungu lengan pendek itu
begitu membekas
menyemburatkan rona merah
dipipi ku
Begitu cepatnya hari berlalu
kita tlah sampai kembali pada setahun yang lalu
ketika nostalgia itu
kembali mengurai memori
begitukah menyakitkannya
ditingginggalkan?
bukan.. kau bukan pergi
kau hanya bersembunyi
tak berkata, tak bersuara
tapi bayang mu, tepat dimanik mata
merah senja yang kita lalui tahun lalu
mengapa menjadi malam tahun ini
akankah tahun depan pagi akan datang?
haruskah saat malam ini aku berdoa
meminta waktu cepat bergulir
atau aku harus tertidur
sehingga saat terjaga, matahari telah ku sapa
0 komentar:
Posting Komentar